8 Aksi Bunuh Diri dengan Bom 'Mother of Satan' - Seratospersen

Breaking

8 Aksi Bunuh Diri dengan Bom 'Mother of Satan'


SERATOSPERSEN - Dalam penggerebekan rumah pelaku bom bunuh diri yang berlokasi di Wisma Indah Blok K22 RT 02 RW 03 Kelurahan Wonorejo Rungkut Surabaya, Jawa Timur, Tim Densus 88 Antiteror Polri berhasil menemukan tiga bungkus plastik.

Di dalamnya terdapat dua pipa dan sudah ada isinya. Kapolrestabes Surabaya Komisaris Besar Rudi Setiawan mengatakan, bom jenis ini dikenal dengan TATP atau Three Asseton Three Poropsaid.

"Jika diledakkan langsung tercerai-berai," ungkapnya di Surabaya, Minggu, 13 Mei 2018.

Bom pipa jenis ini merupakan bom kimiawi yang sangat berbahaya sekali dan memiliki daya ledak tinggi (high explosive). Istilah high atau low explosive ini diukur oleh Velocity of Detonate (VoD) atau kecepatan pembakaran.

Mengutip situs Global Security, Kamis, 17 Mei 2018, bom yang dijuluki 'Mother of Satan' ini kerap digunakan para teroris global seperti ISIS untuk melakukan bunuh diri lantaran dinilai lebih efisien dari bom panci maupun bom koper.

Dijuluki 'Ibunya Setan' karena daya ledaknya tinggi, tapi sangat sensitif. Bahkan, militer pun ogah memakainya. TATP bisa di-setting ledakannya menjadi lebih besar dari TNT (TriNitroToluene), mulai dari 80 persen hingga di atas 100 persen.

TNT biasa digunakan untuk menghancurkan rumah atau bangunan, serta membuka lubang gua untuk keperluan penambangan. Berikut sejumlah aksi bom bunuh diri yang memakai TATP yang dikelola VIVA dari berbagai sumber.

1994, bom mobil diledakkan oleh dua mahasiswa asal Palestina di luar Kedutaan Besar Israel di London, Inggris. Dalam aksi tersebut 12 orang terluka.

Dua orang mahasiswa itu ditangkap atas tuduhan 'konspirasi yang menyebabkan ledakan'. Keduanya dipenjara 14 tahun, dan pada 2008, mereka bebas.

22 Desember 2001, Richard C. Reid, warga Inggris keturunan Jamaika berusaha meledakkan pesawat American Airlines Flight 63 penerbangan dari Paris, Prancis menuju Miami, Amerika Serikat, dengan bom sepatu. Namun aksi tersebut berhasil digagalkan.

7 Juli 2005, empat orang ekstremis yang terafiliasi dengan ISIS melakukan bunuh diri di London, Inggris. Korban tewas mencapai 56 orang dengan ratusan terluka.

Lokasi kejadian di stasiun kereta api bawah tanah dan sebuah bis di pusat ibu kota Inggris tersebut. Keempat ekstremis itu adalah Germaine, Mohammed Siddiqye Khan dan Shehzad Tanweer, serta Hasib Hussain.

28 Oktober 2015, Leopard Wisnu Kumala meledakkan toilet pria kantin karyawan lantai LG Mall Alam Sutera, Tangerang. Banten.

Satu orang terkena luka bakar. Peristiwa ini sekaligus 'publikasi' penggunaan bom TATP pertama di Indonesia.

13 November 2015, ibu kota Prancis, Paris, luluhlantak akibat penembakan massal dan bom bunuh diri. Sebanyak 130 orang tewas dan 352 orang lainnya cedera, termasuk 99 menderita luka serius.

22 Maret 2016, dua bom bunuh diri menghantam ibu kota Belgia, Brussels. Tiga puluh lima orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka, mayoritas serius.

22 Mei 2017, serangan bom bunuh diri melanda kota Manchester, Inggris. Sebanyak 23 orang tewas dan 59 luka-luka, baik serius maupun ringan.

13 Mei 2018, serangan bom bunuh diri di kota Surabaya dan Sidoarjo – keduanya di Jawa Timur. Dua puluh delapan orang tewas dan 57 luka-luka.

Pages