Gejala Penyakit Difteri Dan Cara Penularannya - Seratospersen

Breaking

Gejala Penyakit Difteri Dan Cara Penularannya


SERATOSPERSEN - Penyakit Difteri melanda di berbagai wilayah indonesia. Penyakit ini tidak mengenal usia dari mulai dewasa sampai anak-anak bisa saja terserang penyakit ini.

Untuk mengetahui penyakit ini anda bisa mulai mengenali gejala-gejala awal dari penyakit difteri. Kemudian, jika sudah terdeteksi difteri sebaiknya dilakukan pengobatan lebih cepat. Pasien mendapatkan obat bernama anti difteri serum (suntik) supaya mencegah penyebarannya.

Penyakit difteri disebabkan oleh Corynebacterium diphtheriae yang dapat menyerang orang yang tidak mempunyai kekebalan terutama anak-anak. Anak-anak yang berumur satu sampai sepuluh tahun sangat rentan terular penyakit ini.

Gejalanya bisa berupa demam yang tidak begitu tinggi 38 derajat, munculnya pseudomembran atau selaput di tenggorokan yang berwarna putih keabu-abuan yang mudah berdarah.

Gejala lainnya yang juga dirilis Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk penyaki ini adalah sakit waktu menelan, kadang juga disertai pembesaran kelenjar getah bening di leher dan pembengkakan jaringan lunak leher atau bullneck dan juga bisa terjadi sesak napas dan suara mendengkur.

Difteri menyebar dengan cara seseorang menghirup cairan dari mulut atau hidung orang yang terinfeksi, dari jari-jari atau handuk yang terkontaminasi, dan dari susu yang terkontaminasi penderita.dengan mudah menular pada orang yang tidak mendapatkan vaksin difteri. 

Ada juga cara penularan yang perlu diwaspadai, seperti menghirup percikan ludah penderita di udara saat penderita bersin atau batuk.

Itulah gejala-gejala dan penularan penyakit Difteri. Semoga artikel ini bermanfaat.

Pages