Jokowi Marah Dan Sangat Prihatin Melihat Anak Kecil Diberi Sabuk Bom - Seratospersen

Breaking

Jokowi Marah Dan Sangat Prihatin Melihat Anak Kecil Diberi Sabuk Bom


SERATOSPERSEN - Pebincangan mengenai Jokowi Marah Dan Prihatin Melihat Anak Kecil Diberi Sabuk Bom menjadi hot news tersendiri dibelantara nusantara.

Sebagai Presiden, saya yakin Jokowi menjadi orang yang paling terpukul dengan rentetan teror yang melanda negeri ini.

Jokowi merasa menjadi orang yang paling bertanggung jawab atas insiden ini. Nyawa orang yang tidak berdosa melayang begitu saja.

Ketakutan mulai mewabah di masyarakat. Kehiduan masyarakat menjadi tidak tenang. Mereka panik, takut akan terkena letusan bom. Mereka menjadi paranoid dengan suara ledakan.

Jokowi menyampaikan kegelisahan dan kemarahannya saat mendapati kenyataan yang membuat hatinya prihatin dengan rentetan teror di Surabaya.

Salah satu fakta yang terkuak adalah dimana pelaku bom bunuh diri si Surabaya adalah satu keluarga. Anak kecil yang yang belum berdosa, belum tahu apa-apa dijadikan tumbal oleh orang tuanya. Anak kecil tersebut menjadi bagian dari “pengantin” .

Jokowi mengaku tak habis pikir dengan aksi bom bunuh diri yang libatkan anak kecil tersebut. Hal tersebut disampaikan Jokowi saat menutup Kongres Luar Biasa Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) di Gedung Sekar Wijayakusuma, Cipayung, Jakarta Timur, Senin (14/5/2018).

Jokowi mengajak masyarakat berdoa atas tragedi bom di tiga gereja di Surabaya dan bom susulan di wilayah lainnya.

Jokowi mengaku dirinya tak habis pikir dengan aksi bom bunuh diri di Surabaya tersebut. Terlebih aksi itu melibatkan anak di bawah umur yang diketahui atas ajakan orang tua mereka.

"Saya kadang tidak habis pikir. Kemarin saya lihat langsung, (lokasi) pelaku bom di tiga lokasi. Dua anak (perempuan-red) kecil umur 9 tahun dan 11 tahun. Diberi sabuk bom diantar oleh ayahnya dan turun bersama ibunya dan kemudian meledakkan diri di depan gereja," kata Jokowi.

Dia juga menjelaskan soal aksi bom yang juga dilakukan kakak beradik lainnya, yang masih bersaudara dengan dua kakak beradik perempuan di atas.

"Anak yang satunya juga sama. Yang tadi perempuan, yang ini dua laki-laki umur 15 tahun dan 18 tahun naik sepeda motor membawa bom dan meledakkan diri di gereja yang lain," kata Jokowi dengan raut muka serius.

Tidak hanya Jokowi. Saya rasa mayoritas masyarakat Indonesia yang masih memiliki hati nurani akan merasa getir dan prihatin mendapati fakta ada orang tua yang mengajak anaknya yang masih kecil melakukan aksi bom bunuh diri. Hanya orang tua yang kejam dan tidak punya hati nurani yang dengan teganya mengajak anaknya untuk ikut melakukan aksi bom bunuh diri.

Kegelisahan Jokowi semakin memuncak ketika rentetan bom terus terjadi. Setelah 3 bom di Surabaya, menyusul kemudian bom meledak di Sidoarjo.

Sehari berselang setelah 3 bom di gereja di Surabaya, menyusul bom meledak di dekat Maporeltabes Surabaya.

Pages