Kebiasaan Sepele Yang Dapat Merusak Ginjal - Seratospersen

Breaking

Kebiasaan Sepele Yang Dapat Merusak Ginjal


SERATOSPERSEN - Ginjal adalah sebuah organ yang ditemukan di punggung bagian bawah. Tugas utama organ ini adalah untuk menyaring darah, dan membuang racun dari tubuh dengan mengirimkannya ke kandung kemih.
Kemudian kandung kemih akan menghilangkan racun ini saat kita buang air kecil. Sayangnya, ada sebuah kasus gagal ginjal, yang terjadi saat ginjal tidak bisa lagi memisahkan racun dari darah dengan benar.

Bila ginjal tidak dapat melakukan pekerjaannya, tubuh menjadi penuh dengan racun, dan ini bisa menyebabkan gagal ginjal. Kedengarannya mengerikan, karena ini adalah kondisi yang mengancam jiwa.

Salah satu kebiasaan yang bisa membuat seseorang terkena sakit ginjal adalah menahan buang air kecil, kurangnya minum air putih serta terlalu banyak minum kopi.

Berikut kebiasaan sehari-hari yang bisa merusak ginjal seperti dilansir Boldsky

1. Kurang minum air mineral
Hal ini menyebabkan racun tidak dapat dikeluarkan secara keseluruhan sehingga akan menyebabkan akumulasi racun di ginjal dan menyebabkan kerusakan ginjal.

2. Terlalu banyak mengonsumsi gula
Peneliti mengatakan bahwa orang-orang yang terlalu banyak mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung gula dapat mempengaruhi kandungan protein dalam urin. Hal ini dapat menjadi gejala awal kerusakan fungsi pada ginjal.

3. Asupan garam berlebih
Efek asupan garam berlebih dapat meningkatkan tekanan darah dan memberikan tekanan pada organ. Hal ini akan berujung pada penyakit ginjal.

4. Terlalu banyak minum kopi
Terlalu banyak minum kopi dapat menyebabkan ginjal 'stres' serta menaikkan tekanan darah. Mengonsumsi kopi berlebihan dapat menyebabkan kerusakan ginjal selama periode waktu tertentu.

5. Konsumsi alkohol berlebih
Konsumsi alkohol secara berlebih selama berminggu-minggu bisa meningkatkan risiko kerusakan ginjal. Hal ini karena alkohol bisa memberi tekanan pada ginjal dan juga hati.

6. Kurang asupan vitamin
Ginjal dapat berfungsi dengan baik jika asupan yang dibutuhkan dapat terpenuhi. salah satunya asupan vitamin B6. Jika Anda kekurangan asupan vitamin B6, hal ini bisa menyebabkan gangguan kesehatan pada ginjal.

Beberapa makanan yang mengandung vitamin B6 antara lain bayam, ikan, bawang putih dan daging sapi tanpa lemak.

7. Menahan kencing
sering menahan kencing ternyata berdampak pada peningkatan tekanan yang bisa menyebabkan gagal ginjal dan batu ginjal.

8. Kurang tidur
Salah satu faktor yang dapat menyebabkan kerusakan ginjal adalah kurangnya tidur yang cukup. Tubuh membutuhkan cukup tidur di malam hari untuk memperbaiki kerusakan pada ginjal.

9. Penyalahgunaan obat
Beberapa obat yang digunakan untuk pengobatan nyeri dipenuhi dengan bahan kimia berbahaya yang dapat menyebabkan lebih banyak komplikasi. Salah satu efek sampingnya adalah kerusakan ginjal dan hati yang parah.

10. Mengonsumsi daging merah berlebihan
Meningkatnya penggunaan protein hewani seperti daging merah dapat meningkatkan beban metabolik pada ginjal. Untuk itu, dianjurkan untuk menghindari asupan daging merah secara berlebihan. Imbangi asupan tubuh dengan mengnsumsi sayuran

Konsumsi Protein Pada Penyakit Ginjal

Normalnya konsumsi protein yaitu: 0,8g/kg berat badan. Jika anda memiliki bobot tubuh 70 kg, maka konsumsi 56 gram protein per hari adalah minimal (Otten, 2006). 

Tetapi, jika anda aktif berolahraga, atau bertujuan untuk menambah massa otot, maka minimum jumlah protein yang dianjurkan adalah 1,6-1,8g/kg berat badan (Philips, 2011)”. 

Akan tetapi hal tersebut tidak dapat diterapkan pada penyakit ginjal yang konsumsi proteinnya dibatasi, yaitu: 0,6-0,8 g/kg berat badan (tanpa dialysis) dan 1,2 g/kg berat badan (dialysis). Sumber protein 60% dari protein nilai biologis tinggi. Hal tersebut, agar menghindarai terjadinya kerja yang berat pada ginjal.

Daftar Makanan Yang Dianjurkan
  • Sumber karbohidrat, seperti : nasi, jagung, mie, macaroni, spaghetti, madu, permen, gula.
  • Mengutamakan sumber protein hewani rendah lemak seperti ayam tanpa kulit, ikan, daging tanpa lemak, telur dan susu.
  • Sumber protein nabati dalam jumlah lebih sedikit dari protein hewani.
  • Sumber lemak, seperti: minyak zaitun, minyak canola, minyak jagung, minyak kedelai.
  • Sayuran rendah kalium, seperti: wortel, kol, kembang kol, timu, terong, selada, bawang putih, cabai.
  • Buah-buahan rendah kalium, seperti: semangka, nanas, apel, anggur, peach, plum, lemon, pir, stroberi.

Pages