Penyebab Perut Buncit - Selulit - Seratospersen

Breaking

Penyebab Perut Buncit - Selulit


SERATOSPERSEN - Perut buncit pada jaman sekarang ini memang bukan hal yang mengagetkan di kalangan masyarakat saat ini. Perut buncit atau biasa disebut dengan selullit pada perut merupakan timbunan lemak yang tertimbun di bawah lapisan kulit pada perut, hingga akhirnya menyebabkan perut menjadi buncit. Masalah perut buncit dapat menyerang siapa saja dan kapan saja , tidak peduli pria ataupun wanita, tua maupun muda. Sekarang ini, banyak sekali remaja-remaja di Indonesia yang memiliki perut buncit hingga berat badan yang berlebih. Obesitas dan perut buncit merupakan masalah yang sama dengan penyebab yang hampir mirip. 

Perut buncit banyak sekali menimbulkan masalah, tidak hanya masalah yang berkaitan dengan penyakit namun juga masalah yang berkaitan dengan penampilan diri. Ya, dengan perut yang membuncit akan menurunkan tingkat kepercayaan diri, tidak bisa mengikuti trend mode terkini. Tidak hanya itu, tingkat kepercayaan diri tersebut akan menurun pada pria yang sedang berjalan berdua dengan pasangan, bisa dibayangkan dengan usia yang masih muda, seharusnya memiliki perut yang sixpack bukan onepack (read:buncit) pasti akan mengganggu sekali, bukannya nampak keren malah jadi minder. 

Penyebab Perut Buncit :

1. Kurang Aktivitas Fisik
"Hidup adalah bergerak". Kata tersebut sangat cocok sekali dengan faktor penyebab satu ini, karena jika kita malas bergerak atau malas melakukan aktivitas fisik yang sesuai dengan usia dan energi yang masuk ke dalam tubuh kita, Perut buncit tidak akan menghinggapi kita. Kurangnya aktivitas fisik merupakan penyebab utama yang menjadikan perut kita buncit. Mengapa? Karena makanan dan minuman yang kita konsumsi tidak dapat diproses dengan sempurna untuk menghasilkan energi yang berguna bagi kita untuk melakukan pekerjaan. energi tersebut hanya tertimbun dan tertimbun terus menerus tanpa bisa diproses dengan sempurna. Hal itulah yang menyebabkan perut menjadi buncit.

2. Ngemil (Mengkonsumsi camilan secara berlebihan)
Mengkonsumsi makanan ringan memang sangat nikmat dan tidak akan terasa kenyang meskipun telah menghabiskan 1 toples penuh.
Camilan yang kita konsumsi rata-rata hanya mengandung gula dan karbohidrat dengan lemak. 3 kandungan tersebut yang dengan sangat cepat menyebabkan perut menjadi buncit ditambah lagi jika kebiasaan kita "ngemil" pada malam hari.

3. Mengkonsumsi minuman bersoda dan atau beralkohol
Minuman bersoda dan atau minuman beralkohol memiliki kandungan gula dan kalori yang tinggi. Nilai kalori pada alkohol yaitu 5 kkal yang hampir setara dengan nilai kalori pada karbohidrat yang bernilai 4 kkal. Jangan disangka alkohol tidak memiliki nilai kalori, maka dari itu orang yang terbiasa meminum minuman beralkohol dan bersoda memiliki perut yang lebih buncit dan keras daripada orang buncit pada umumnya yang tidak mengonsumsi minuman beralkohol.

4. Kurang Jam Tidur
Terlalu sering begadang tidak baik juga untuk sistem pencernaan kita. Normal dan idealnya jam tidur orang dewasa adalah 7-8 jam, jika kurang tidur tidak jarang kita akan mengalami kelaparan pada tengah malam. Karena produksi hormon kortisol (hormon stress) akan meningkat dan membuat rasa lapar di otak meningkat sehingga  otak kita membutuhkan asupan makanan (gula) untuk mengurangi rasa lapar tersebut.

Jika jam tidur kita cukup berkualitas, rasa lapar pada tengah malam tidak akan terjadi, karena produksi hormon kortisol akan berkurang dan meningkatkan produksi hormon leptin (pengontrol nafsu makan). 

5. Makan Sebelum  Tidur (Mendekekati Jam Tidur)
Makan malam yang baik adalah makan 2-3 jam sebelum kita akan tidur malam. Ilustrasinya, jika terbiasa tidur jam 9-10 malam, maka jam makan malam yang ideal buat anda adalah jam 6 dan batas akhir mengkonsumsi makanan yaitu jam 7 malam. Makanan yang dimaksud adalah makanan berat termasuk camilan, jika anda ingin mengkonsumsi buah setelah jam tersebut, silahkan saja. Karena serat dalam buah baik untuk sistem pencernaan kita dan dapat membantu menghilangkan selulit pada perut.

Pages