Pertolongan Pertama Pada Penderita Stroke - Seratospersen

Breaking

Pertolongan Pertama Pada Penderita Stroke


SERATOSPERSEN - Stroke adalah penyakit yang patut untuk diwaspadai oleh kita semua. Anda harus mengatahui berbagai hal mengenai stroke: definisi, tanda, dan gejala, mekanisme pencegahan, risiko, dan terapi pasca-stroke. Serangan stroke terjadi karena munculnya tiga mekanisme, yaitu :
  1. Adanya penyumbatan oleh trombus yang terbentum pada dinding arteri otak yang merupakan penyebab utama.
  2. Terhambatnya pemmbuluh darah oleh sebuah embolus. Embolisme bisa terjadi pada orang-orang yang mengalami pembedahan jantung atau yang menderita reumatik jantung.
  3. Pecahnya arteri otak akibat tekanan darah tinggi yang bisa terjadi pada semua kalangan usia.

Adapun serangan otak atau stroke secara sederhana memiliki lima tanda-tanda utama yang harus dimengerti agar Anda mempunyai kewaspadaan yang tinggi terhadap bahaya stroke. Tanda-tanda itu adalah :
  1. Rasa bebal atau kehilangan rasa dan lemas di bagian muka, tangan, atau kaki, terutama pada satu bagian tubuh saja.
  2. Rasa bingung yang mendadak, sulit bicara, atau sulit dimengerti.
  3. Satu mata atau kedua mata mendadak kabur.
  4. Mendadak sukar berjalan, terhuyung, dan kehilangan keseimbangan.
  5. Mendadak merasa pusing dan sakit kepala tanda diketahui sebab-musababnya.

Selain itu, mungkin juga akan muncul tanda-tanda ikutan lain, yaitu rasa mual, panas dan sangat sering muntah. Juga rasa ingin pingsan mendadak, atau merasa hilang kesadaran secara mendadak.

Penderita stroke yang paling beruntung nasibnya akan menjadi penyandang cacat seumur hidup. Oleh sebab itu, alangkah baiknya jika Anda mengenal dan menguasai cara pertolongan pertama kepada penderita serangan dengan cara mengeluarkan darah demi menolongnya.

Ada satu cara terbaik untuk memberikan pertolongan pertama kepada orang yang mendapat serangan stroke. Cara pertolongan ini selain dapat menyelamatkan nyawa si penderita juga tidak menimbulkan efek samping apa pun. Pertolongan pertama ini dijamin merupakan pertolongan gawat darurat yang dapat berhasil.

Sebagaimana diketahui, pembuluh darah halus pada otak seseorang yang mendapat serangan stroke mengalami kepecahan yang berlangsung lamban. Dalam menghadapi  keadaan demikian, jangan sampai panik, melainkan harus tetap tenang. Si penderita harus tetap berada pada tempat semula tempat ia terjatuh (misalnya di kamar mandi, kamar tidur, atau di mana saja). Jangan sampai dipindahkan, sebab perpindahan si penderita dari tempat ia jatuh ke tempat lain akan mempercepat proses kepecahan pembuluh darah halus pada otak.

Penderita harus dibantu mengambil posisi duduk yang baik agar tidak jatuh lagi. Pada saat itu pengeluaran darah dapat dilakukan yang terbaik dengan menggunakan jarum suntuk, tetapi jika tidak tersedia , jarum jahit/jarum pentul bisa dipakai, tetapi semuanya harus disucihamakan dahulu antara lain dengan jalan ujung jarum dibakar di atas api.

Setelah jarum siap pakai, lakukan penusukan pada 10 ujung jari tangan, titik penusukan kira-kira 1 cm dari ujung jari tangan, setiap ujung jari mendapatkan 1 kali tusukan dengan harapan setiap jari mengeluarkan 1 tetes darah. Pengeluaran darah dari ujung jari bisa dibantu dengan cara memencet jika sewaktu jari ditusuk darah tidak keluar. Dalam jangka waktu kira-kira 10 menit kemudian si penderita akan sadar kembali.

Bilamana mulut si penderita tampak mencong, kedua daun telinga si penderita harus ditarik-tarik sampai berwarna kemerah-merahan, setelah itu lakukan dua kali penusukan pada masing-masing ujung bawah daun telinga . dalam beberapa menit saja bentuk mulut si penderita akan menjadi normal kembali. Setelah si penderita pulih keadaannya dan tidak ada rasa kelainan yang berarti, bawalah si penderita ke dokter atau rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut.

Pages