ASI Kontrasepsi Alami Bagi Para Wanita - Seratospersen

Breaking

ASI Kontrasepsi Alami Bagi Para Wanita


SERATOSPERSEN - ASI Kontrasepsi Alami Bagi Para Wanita, Macam jenis kontrasepsi alami di indonesia memang banyak macamnya. Dan salah satunya dari sekian macam-macam kontrasepsi yang dilakukan oleh para wanita adalah dengan menyusui. Karena memang dengan memberikan asi eksklusif juga bisa menjadi alat kontrasepsi alami bagi wanita.

Manfaat menyusui bagi kesehatan ibu dan bayi anak memang sangat banyak macamnya. Baca lebih lanjut dalam artikel informasi berikut ini [ Manfaat Menyusui ]

Dan hal ini tidak boleh juga disepelekan begitu saja oleh para ibu yang sedang dalam masa menyusui. Dan salah satunya adalah sebagai kontrasepsi.

Pemberian asi secara ekslusif dapat berfungsi sebagai alat kontrasepsi. Walaupun ini hanya berlaku selama 4 bulan setelah melahirkan, dan dengan catatan harus bersifat ekslusif. 

Hisapan bayi pada payudara ibu merangsang hormon prolaktin. Hormon prolaktin dapat menghambat terjadinya pematangan sel telur sehingga menunda kesuburan.

Menyusui Kontrasepsi Alami Menunda Kehamilan
Ibu menyusui pasti sering mendengar bahwa dengan menyusui bayi, memberikan ASI bisa menjadi alat kontrasepsi alami. Pendapat tersebut ternyata tidak sepenuhnya benar lho! Karena meski menyusui bisa menjadi kontrasepsi alami, tetapi bukan berarti ibu bisa tenang dengan tidak memakai alat kontrasepsi untuk menunda kehamilan berikutnya.

Sebab, menurut Prof DR. Biran Affandi, SpOG (K) dari Asia Pasific Council on Contraception (APCOC) Indonesia seperti informasi yang dilansir dari health.detik.com menyusui bisa menjadi alat kontrasepsi alami bilamana ibu memberikan ASI secara eksklusif.

Jadi, bagi ibu yang memberikan ASI eksklusif bagi bayinya maka menyusui bisa sebagai cara untuk memberikan jarak pada kehamilan berikutnya. Namun, perlu diperhatikan adalah lamanya waktu sang ibu dalam memberikan ASI.

"Menyusui tidak menjamin 100% sebagai alat kontrasepsi alami. Namun, untuk ibu yang ingin menjadikan menyusui sebagai alat kontrasepsi maka harus aktif menyusui, setidaknya selama satu jam dalam satu hari. Karena frekuensi menyusui sangat berpengaruh," kata Prof. DR. Biran

Dengan sering menyusui bayi, maka otak kecil si ibu mampu memproduksi hormon prolaktin lebih banyak. Semakin banyak hormon prolaktin, maka bisa menekan masa subur (ovulasi) dan membuat ibu menyusui menjadi tidak subur. "Aktif menyusui setidaknya 6 kali sehari, dan saat menyusui minimal 10 menit, maka ibu sudah bisa berkontrasepsi secara alami. Tapi jika waktu menyusui kurang dalam sehari kurang dari satu jam, tidak bisa menjamin ibu menyusui tidak hamil," katanya. 

Manfaat Menyusui ASI
Air susu ibu (ASI) merupakan nutrisi yang ideal untuk bayi yang baru lahir. ASI mengandung komponen laktosa, protein dan lemak yang mudah dicerna oleh sistem pencernaan bayi yang baru lahir. 

ASI juga mengandung semua komponen alami vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh bayi. Baca lebih lanjut dalam informasi dan artikel berikut ini [ Kandungan Zat Gizi Dalam ASI ].

Ada banyak keuntungan yang bisa diambil jika ibu memberikan ASI pada bayinya, diantaranya adalah dapat meningkatkan ikatan batin antara ibu dan bayinya.

Selain itu ASI juga bisa melindungi bayi dari alergi, asma, diabetes, obesitas dan sudden infant death syndrome (SIDS) atau kematian mendadak.

Menyusui sangat penting untuk tumbuh kembang bayi dan anak, baik untuk kesehatan ibu dan ekonomis bagi keluarga. Meskipun ASI sangat bermanfaat bagi tumbuh kembang bayi tetapi banyak sebagian ibu – ibu yang tidak memberikan ASI pada bayi mereka

Keuntungan lain yang tidak kalah pentingnya bagi bayi yang disusui ASI lebih sehat dan dapat terhindar dari berbagai penyakit infeksi terutama diare dan pneumonia.

Keuntungan lainnya adalah bayi yang mengkonsumsi ASI selama 6 bulan pertama, memiliki tingkat IQ 5-10 kali lebih tinggi dibanding bayi yang tidak mengkonsumsi ASI.

Tidak hanya untuk bayi, ibu juga dapat mendapatkan tujuan manfaat pemberian ASI Eksklusif. Ibu yang menyusui dapat dengan cepat menurunkan berat badannya pasca melahirkan.

Terimakasih atas kunjungannya, semoga bermanfaat.

Pages