Penyebab Dan Tanda Penyakit Jantung Bawaan Pada Anak - Seratospersen

Breaking

Penyebab Dan Tanda Penyakit Jantung Bawaan Pada Anak


SERATOSPERSEN - Ciri-ciri tanda gejala penyakit jantung bawaan jantung bocor pada anak perlu diketahui dan dipahami dengan baik oleh para orang tua karena dengan mengetahui dan mengenali akan penyebab jantung bocor pada anak secara dini maka pengobatan akan berjalan lebih baik dan optimal lagi.

Jantung merupakan organ vital yang memegang peran penting pada kehidupan setiap insan, termasuk bayi dan anak yang sedang mengalami tumbuh kembang. Struktur dan Fungsi Manfaat Cara Kerja Jantung yang normal sangat dibutuhkan untuk mempertahankan peredaran darah yang stabil guna mencukupi kebutuhan oksigen dan nutrisi tubuh seorang anak. 

Sayangnya, 7 hingga 8 bayi per 1000 kelahiran hidup dilahirkan dengan penyakit jantung.

bawaan (PJB). Relatif tingginya angka kejadian PJB menyebabkan kelainan ini merupakan kelainan bawaan tersering di antara kelainan-kelainan bawaan jenis lainnya.

Penyakit Jantung Bawaan (PJB) adalah penyakit jantung yang dibawa sejak lahir, dimana terjadi kelainan struktur jantung akibat gangguan atau kegagalan perkembangan jantung pada janin.

Penyakit jantung bawaan sebenarnya sudah dapat diketahui sebelum lahir (di dalam kandungan). Pada trimester pertama kehamilan bayi dengan penyakit jantung bawaan sudah dapat terdeteksi karena jantung sudah mulai terbentuk pada usia kehamilan 8-12 minggu bahkan pada akhir trimester pertama jantung sudah terbentuk sempurna.

Meskipun penyakit jantung bawaan dapat dideteksi sebelum kelahiran akan tetapi masih sulit membedakan bayi yang lahir dengan jantung sehat atau terkena penyakit jantung bawaan. Hal ini diperlukan pemeriksaan medis lebih lanjut untuk memastikan dan mendiagnosanya.

Penyebab Penyakit Jantung Bawaan
Penyebab Jantung bocor penyakit jantung bawaan pada anak belum diketahui secara pasti, tetapi berdasarkan penelitian, diduga bersifat multifaktorial, yaitu melibatkan kerentanan genetik (bawaan) dan faktor lingkungan. 

Paparan rokok saat kehamilan (baik ibu perokok aktif maupun pasif), konsumsi obat-obatan tertentu, infeksi pada kehamilan, diabetes melitus, dan sindrom atau kelainan genetik tertentu, seperti sindrom Down, dilaporkan meningkatkan risiko kelainan jantung bawaan pada bayi. 

Jenis Macam Bentuk Cacat Kelainan Jantung Bawaan

Meskipun ada berbagai jenis cacat jantung bawaan, mereka dapat diringkas menjadi tiga kategori utama antara lain :
  • Kelainan Katup Jantung. Katup klep jantung dapat membuka dan menutup sehingga mengarahkan aliran darah pada jantung. Jika terdapat kelainan, maka aliran darah jantung tidak terarah akibat proses membuka dan menutup yang tidak normal.
  • Kelainan Dinding Jantung. Dinding jantung antara bilik dan atrium kiri dan kanan mungkin tidak berkembang dengan benar, sehingga darah kembali ke ruangan jantung yang bukan aliran yang seharusnya. Cacat pada dinding membuat tekanan pada jantung lebih tinggi sehingga jantung bekerja lebih keras dan dapat mengakibatkan tekanan darah tinggi
  • Kelainan Pembuluh Darah Jantung. Arteri dan vena yang membawa darah ke jantung dan menuju ke organ tubuh tidak dapat berfungsi dengan benar sehingga menghalangi atau memperlambat aliran darah.

Jenis macam jantung bocor pada anak (PJB) terbagi menjadi dua yaitu : 
  • Penyakit Jantung Bawaan Sianotik.
  • Penyakit Jantung Bawaan Asianotik.

PJB sianotik biasanya memiliki kelainan struktur jantung yang lebih kompleks dan hanya dapat ditangani dengan tindakan bedah. Sementara PJB asianotik umumnya memiliki lesi (kelainan) yang sederhana dan tunggal, namun tetap saja lebih dari 90% di antaranya memerlukan tindakan bedah jantung terbuka untuk pengobatannya. 

PJB sianotik, bayi baru lahir terlihat biru oleh karena terjadi percampuran darah bersih dan darah kotor melalui kelainan pada struktur jantung. Pada kondisi ini jaringan tubuh bayi tidak mendapatkan cukup oksigen yang sangat berbahaya, sehingga harus ditangani secara cepat.

Kelainan jantung jenis ini yang menghasilkan tingkat oksigen yang rendah dan kelainan jantung yang masih memiliki tingkat oksigen normal. Bayi yang menderita sesak napas atau kulitnya berubah warna kebiru-biruan tidak mendapatkan cukup darah karena jantung tidak memompa sebagaimana mestinya. Ini yang sering disebut dengan keadaan Jantung Bocor.

PJB non sianotik (asianotik) tidak ada gejala yang nyata sehingga seringkali tidak disadari dan tidak terdiagnosa baik oleh dokter maupun oleh orang tua. Gejala yang timbul awalnya berupa anak atau bayi cepat lelah menyusui atau menyusui sebentar-sebentar dan gejala selanjutnya berupa keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan.

Dalam hal ini tanda ciri jantung bawaan maka bayi yang memiliki cukup oksigen namun kemudian menderita tekanan darah tinggi atau tanda-tanda lain dari jantung bekerja terlalu keras.

Penyakit jantung bawaan disebabkan karena kelainan jantung kongenital yang dibawa sejak lahir. Anak dengan penyakit jantung bawaan dalam kasus sedang hingga berat memiliki permasalahan dimana anak mengalami kondisi keadaan tanda gejala ciri kelainan jantung bawaan seperti berikut di bawah ini yaitu :
  • Anak mengalami masalah dengan berat badan dimana kenaikan berat badan tidak sesuai dengan usia.
  • Ketika anak masih berusia bayi maka anak mengalami kesulitan beraktivitas bahkan ketika sedang mendapatkan ASI. Bayi tampak kelelahan disertai keringat dingin.
  • Anak yang mengidap penyakit jantung bawaan akan beresiko tinggi mengalami saluran pernapasan.
  • Pada anak yang mengalami penyakit jantung bawaan sianotik seringkali mengalami anemia yang tidak terdeteksi.

Gejala anak dengan penyakit jantung bawaan seringkali terlihat kelelahan saat sedang beraktivitas. Akan tetapi ini merupakan gejala umum yang tidak dapat disimpulkan anak pasti mengalami penyakit jantung bawaan. 

Adapun gejala khusus yang mengarah pada penyakit jantung bawaan pada anak, yaitu antara lain :
  • Anak mengalami biru di bagian mulut dan ujung kaki dan tangan. Meskipun pada anak dengan penyakit jantung bawaan non sianotik tidak terlalu tampak.
  • Mengalami sesak napas ketika melakukan aktivitas ringan. Anak yang menderita penyakit jantung bawaan seringkali mengeluhkan nyeri pada bagian dada dan kesulitan dalam beraktivitas.Ketika bernapa terlihat cekungan di dada karena terlalu dalam saat mengambil napasnya.
  • Mengalami pertumbuhan perkembangan yang terhambat bahkan kenaikan berat badan seringkali dijumpai selanjutnya adalah berat badan yang menjadi lamban.
  • Kadang jalan sebentar lalu jongkok atau berhenti (tidak sanggup banyak bergerak dalam waktu lama).
  • Sering terjadi infeksi saluran pernapasan.

Mengenali Tanda Gejala Jantung Bawaan Anak
Tergantung pada jenis dan kompleksitas kelainan, gejala dan tanda PJB dapat dikenali sejak lahir atau sebaliknya hanya menimbulkan gejala minimal, seperti berat badan sulit naik atau infeksi saluran napas berulang sehingga tidak terdeteksi hingga dewasa. 

Dokter biasanya mencurigai adanya PJB bila mendeteksi adanya tanda/gejala gagal jantung, kebiruan, ataupun mendengar kelainan bunyi atau bising jantung. Masalahnya, sering kali PJB tidak memberikan gejala/tanda yang khas saat bayi baru lahir mengingat sirkulasi darah dan sistem pernapasan masih mengalami transisi dari masa janin ke periode pascalahir. 

Untuk itu, perlu pemantauan yang cermat untuk mendeteksi adanya PJB. Deteksi dan identifikasi PJB sangat penting mengingat timing yang tepat untuk tindakan pengobatan berbeda-beda menurut jenis dan berat-ringannya kelainan. 

Terdapat PJB yang memerlukan tindakan operasi/intervensi kateter segera setelah lahir, tetapi sebaliknya terdapat tipe kelainan yang hanya memerlukan pemantauan hingga anak tumbuh dewasa. Saat ini hampir semua tipe PJB dapat dikoreksi, baik melalui tindakan operasi ataupun intervensi kateter (non-bedah).

Terimakasih atas kunjungannya, semoga bermanfaat.

Pages