Tips Dan Tanda Jantung Bocor - Seratospersen

Breaking

Tips Dan Tanda Jantung Bocor


SERATOSPERSEN - Penyakit jantung bocor dewasa ini semakin banyak penderitanya tahun demi tahun. Dan hal ini termasuk dalam kategori kelainan jantung bawaan yang didapat dalam kandungan dan di bawa sang anak ketika lahir di dunia. Untuk itulah penting juga kita semuanya mengenali akan berbagai macam tanda gejala jantung bocor anak sehingga kita para orang tua bisa memberikan pengobatan secara dini terhadap anak-anak kita tentunya.

Proses pembentukan anatomi fisiologi jantung janin terjadi pada masa awal pembuahan (konsepsi), bahkan sebelum si ibu hamil menyadari bahwa dirinya tengah hamil. Formasi jantung ini telah sempurna pada akhir masa trimester pertama kehamilan.

Penyakit Jantung Bawaan (PJB) adalah salah satunya adanya kebocoran pada jantung. Kelainan struktur jantung yang menyebabkan adanya lubang pada sekat jantung atau lazim disebut jantung bocor termasuk dalam penyakit jantung bawaan yang banyak diderita anak-anak. Rumah Sakit Pusat Jantung Harapan Kita Jakarta bahkan telah mencatat, dari 1.000 kelahiran terdapat 9 bayi yang menderita penyakit dengan jantung bawaan semacam ini dengan berbagai bentuk varian lubang sekat jantungnya.

Penyebab Penyakit Jantung Bawaan.
Penyebab kelainan jantung bawaan sebagian besar (90%) memang tidak diketahui secara pasti. Faktor lingkungan seperti halnya : ibu merokok, minum obat di luar resep dokter, infeksi waktu hamil dikatakan memegang peranan 3%. Sisanya 7% karena turunan. Karena penyebabnya sebagian besar belum diketahui dan faktor turunan hanya 7%, kemungkinan untuk melahirkan anak dengan kelainan jantung bawaan relatif kecil.

Jantung manusia mulai membentuk struktur kantong tunggal pada minggu keempat kehamilan. Pada minggu kedelapan, kantong ini secara bertahap membesar. Sekat jantung (septum) tumbuh untuk memisahkan serambi (atrium) dan bilik (ventrikel) jantung di sisi kanan dan sisi kiri. Empat katup jantung terbentuk untuk mengatur aliran darah dari rongga-rongga jantung menuju paru dan tubuh.

Saat bayi masih di kandungan, aliran oksigen dan karbondioksida berlangsung melalui plasenta sehingga kelainan jantung pada saat itu tidak akan membawa masalah bagi bayi. Setelah bayi lahir dan tali plasenta dipotong, akan terlihat bila ada masalah pada jantung anak. Tanda pertama kelainan jantung adalah suara bising (murmur). 

Dokter dapat mengetahuinya lewat stetoskop. Namun, untuk memastikan penyebab bising tersebut, diperlukan rontgen jantung, EKG dan pemeriksaan penunjang lainnya. Tanda lainnya antara lain berupa detak jantung tidak normal (takikardia), nafas pendek, kesulitan menyusui (karena nafas yang pendek) dan gangguan pertumbuhan dan kulit yang membiru (cyanotic).

Kelainan jantung bawaan perlu dideteksi sejak ini. Ini bisa dilakukan dengan pemeriksaan rutin selama kehamilan terutama untuk mengetahui normal tidaknya detak jantung bayi. Orangtua juga perlu curiga jika anak mengalami gejala seperti mudah sakit, gampang capek dan badannya kurus. Kelainan jantung bawaan seperti ini memang seringkali terabaikan oleh orang tua karena memang keterbatasan akses informasi dan pengetahuan mengenai berbagai macam jenis kelainan jantung.

Berikut beberapa tanda penyakit jantung bocor pada anak yaitu :
  • Sianosis (di mana bibir, kulit, dan kuku menjadi berwarna biru pucat).
  • Napas cepat dan sulit makan/minum.
  • Penambahan berat badan yang buruk.
  • Infeksi paru berulang.
  • Tidak dapat berolahraga dengan baik.

Dan Jenis Penyakit Jantung Bawaan adalah sebagai berikut diantaranya :
  • VSD (Ventracular Septal Defect).
  • ASD (Atrial Septal Defect).
  • PS (Pulmonary Stenosis).
  • PDA (Persisten Dektus Arteriosus Persisten).

Terimakasih atas kunjungannya, semoga bermanfaat.

Pages